Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Nasional, Olahraga18 Dilihat
banner 468x60

KEDOM MATA LAMPUNG.COM – JAKARTA – Tim Nasional Indonesia berhasil mencatat sejarah dengan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam, 5 Oktober 2026, berlangsung sengit hingga 120 menit sebelum akhirnya ditentukan melalui tendangan dari titik putih.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia. Garuda menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup, sekaligus meraih trofi internasional pertamanya di luar medali emas SEA Games. Ribuan pendukung yang memenuhi SUGBK menjadi saksi perjuangan dramatis Indonesia menghadapi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Asia Tenggara.

banner 336x280

Pertandingan Berlangsung Sengit

Sejak awal pertandingan, Indonesia dan Thailand tampil agresif. Kedua kesebelasan sama-sama menciptakan sejumlah peluang, tetapi belum mampu mencetak gol hingga babak pertama berakhir. Indonesia beberapa kali mengancam pertahanan Thailand melalui Luke Vickery dan Justin Hubner, sementara Thailand mengandalkan serangan balik dan sejumlah peluang dari pemain berpengalaman seperti Chanathip Songkrasin.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menarik. Indonesia berusaha meningkatkan tekanan untuk membongkar pertahanan Thailand. Peluang demi peluang tercipta, tetapi ketangguhan penjaga gawang Thailand membuat skor tetap imbang.

Situasi berubah pada menit ke-80 ketika Thailand harus bermain dengan 10 pemain. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran sehingga harus meninggalkan lapangan. Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan Indonesia untuk terus menekan.

Indonesia akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-84. Tendangan bebas Dean James mengenai pemain Thailand, Iklas Sanron, sebelum bola masuk ke gawang Saranon Anuin. Indonesia pun unggul 1-0 dan para pendukung tuan rumah langsung bergemuruh.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Thailand mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui Iklas Sanron setelah memanfaatkan umpan silang Seksan Ratree. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Drama Babak Perpanjangan Waktu

Ketegangan semakin meningkat pada babak perpanjangan waktu. Indonesia sebenarnya memiliki keuntungan karena Thailand bermain dengan 10 orang, tetapi kelelahan membuat permainan kedua tim semakin terbuka.

Pada menit ke-110, Thailand justru berhasil mencetak gol melalui Peeradol Chamrasamee. Berawal dari serangan balik cepat, Peeradol berhasil memanfaatkan peluang untuk membawa Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia tidak menyerah. Hanya enam menit kemudian, Elkan Baggott menjadi penyelamat Garuda. Bek tersebut berhasil memanfaatkan umpan tarik Rizky Ridho dan melepaskan tendangan yang menembus gawang Thailand. Skor kembali imbang menjadi 2-2 pada menit ke-116.

Tidak ada gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu selesai. Dengan skor tetap 2-2, penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.

Indonesia Menang 4-2 dalam Adu Penalti

Drama sesungguhnya kemudian terjadi dari titik putih. Empat pemain Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tidak ada satu pun penendang Indonesia yang gagal.

Sementara itu, Thailand hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan. Dua penendangnya, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal menaklukkan penjaga gawang Indonesia. Kegagalan tersebut memastikan Indonesia menang dengan skor adu penalti 4-2.

Kemenangan itu langsung disambut sorak-sorai pemain dan pendukung Indonesia di SUGBK. Penjaga gawang Emil Audero juga memiliki peran penting dalam drama tersebut setelah melakukan penyelamatan yang membantu Indonesia mengamankan kemenangan.

Gelar Bersejarah untuk Indonesia

Keberhasilan menaklukkan Thailand membuat Indonesia resmi menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar ini menjadi bukti perkembangan sepak bola Indonesia sekaligus memberikan momentum besar bagi generasi pemain yang tampil di turnamen tersebut.

Perjalanan menuju gelar juara tidak mudah. Indonesia harus menghadapi persaingan ketat sejak fase grup dan kemudian bertemu Thailand pada partai puncak. Sebelum final, Indonesia juga mencatat kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh yang membantu Garuda memastikan tempat di final.

Bagi masyarakat Indonesia, kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan memenangkan pertandingan. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi simbol perjuangan, kerja keras, dan mentalitas pantang menyerah Timnas Indonesia. Bahkan ketika tertinggal 1-2 pada babak tambahan, para pemain mampu bangkit dan menyamakan kedudukan sebelum akhirnya memenangkan adu penalti.

Dengan kemenangan 4-2 atas Thailand melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan publik sendiri. Malam di SUGBK pun menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola nasional.(Red)

banner 336x280

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *