‎Warga Kelurahan Way Gubak Keluhkan Banjir Saat Musim Hujan, Diduga Akibat adanya Pembangunan Pabrik di Sekitar Pemukiman

Berita94 Dilihat
banner 468x60

Kedom mata lampung com – Bandar Lampung, Pembangunan Gudang yang berada di Jalan Sukarno-Hatta Kelurahan Way Gubak Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung Menuai sorotan publik.

banner 336x280

‎Gudang yang berada di daerah tersebut diduga mengakibatkan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai atau drainase sehingga menjadi penyebab adanya banjir.

‎Menurut Ketua Rukun Tetangga ( RT) 1 Lingkungan 1, Kelurahan Way Gubak, Ahmad Sopyan mengatakan, aktivitas penambangan dan operasional perusahaan memicu sedimentasi serta endapan material yang membuat aliran sungai semakin dangkal, “ucap Ahmad Sopyan

‎Dikatakannya, penertiban yang dilakukan pemerintah setempat sebelumnya juga mendapati adanya pelanggaran berupa tembok atau panel beton dari pihak perusahaan yang menutup aliran sungai dan memperparah luapan air.

‎Hal itu lanjut Sopyan, mengakibatkan kurang nya resapan di kawasan tangkapan air di bagian hulu membuat debit air hujan menghantam pemukiman warga di dataran rendah,” kata Sopyan dengan nada lantang.

‎Saya bersama warga telah menyampaikan hal ini kepada pemilik perusahaan ( Tensyu) namun hingga saat ini belum ada tanggapan keluh Sopyan kepada awak media.

‎Berdasarkan investigasi Tim WN 88 Kota Bandar Lampung ke lokasi, tim mencoba mencari keterangan dengan mewawancara beberapa warga terdampak.

‎Sebagin besar warga lingkungan 1, RT 01 Kelurahan Way Gubak mengaku mengeluh dengan adanya aktivitas gudang yang berada di daerah tersebut, pasalnya sejak berdirinya gudang tersebut saluran air menjadi tersumbat ternjadinya penyempitan saluran air, akibat nya aliran drainase menjadi tersumbat mengakibatkan air meluap dan membanjiri pemukiman warga.

‎Fitri salah seorang warga yang sempat di wawancarai tim WN 88 menjelaskan, tiap hujan deras lingkungan nya sering terendam banjir akibat saluran yang menyempit.

‎“Drainase di belakang rumah kecil karena drainase di jalan utama menyempit, jalan air otomatis berbalik masuk ke lingkungan warga,” ujar Fitri.

‎Di tempat yang sama Karyo salah satu warga yang rumah nya terendam banjir mengaku, saat hujan deras air menggenang dan masuk lokasi pemukiman, rumah saya berada tepat dibawah gunung otomatis air turun dan menggenang.

‎“Pernah rumah saya terendam banjir sampai pinggang orang dewasa, kasur sampai basah, barang barang elektronik pun ikut rusak, ” kata Karyo dengan nada kesal.

‎Kini seluruh warga Lingkungan 1, RT 01, Kelurahan Way Gubak meminta Pemkot Bandar Lampung melalui dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan melakukan penertiban, atau memfasilitasi mediasi langsung antara warga dengan pihak perusahaan.

‎Harapannya melalui dialog dan kesepakatan bersama, aliran sungai dan drainase yang menyempit, bisa segera di lebarkan dan tidak ada lagi warga yang harus kehilangan harta benda setiap kali hujan turun.

‎Warga hanya ingin hidup tenang, aman dari banjir, dan merasa didengar oleh pemerintah yang menjadi tempat mereka mengadu.”Pungkas Karyo ( Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *