{"id":322,"date":"2026-07-15T10:59:56","date_gmt":"2026-07-15T10:59:56","guid":{"rendered":"https:\/\/kedommatalampung.com\/?p=322"},"modified":"2026-07-15T10:59:56","modified_gmt":"2026-07-15T10:59:56","slug":"tagih-utang-mantan-pacar-tukang-ojek-jadi-korban-cemburu-buta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/2026\/07\/15\/tagih-utang-mantan-pacar-tukang-ojek-jadi-korban-cemburu-buta\/","title":{"rendered":"Tagih Utang Mantan Pacar, Tukang Ojek Jadi Korban Cemburu Buta"},"content":{"rendered":"<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\"><strong>KEDOM MATA LAMPUNG.COM<\/strong> &#8211; Lampung Selatan \u2013 Polres Lampung Selatan mengungkap fakta baru dalam kasus penganiayaan berat yang terjadi di Kecamatan Jati Agung. Korban ternyata hanya seorang pengemudi ojek yang mengantar seorang perempuan menagih utang koperasi kepada mantan kekasihnya. Namun, kedatangan tersebut justru berujung pembacokan akibat cemburu buta.<\/p>\n<\/div>\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<div align=\"left\"><\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200eKasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, perempuan tersebut mendatangi rumah pelaku A.A. (21) untuk meminta pelaku melunasi utang koperasi yang dibuat saat keduanya masih berpacaran. Korban hanya bertugas mengantar dan menunggu di luar pekarangan rumah.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Korban hanya mengantar penumpang untuk menagih utang. Ia menunggu di luar rumah dan tidak memiliki persoalan apa pun dengan pelaku,&#8221; kata AKP Stefanus saat konferensi pers Senin,13\/07\/2026.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200ePeristiwa terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, di depan rumah pelaku di Dusun VI B, Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200eDikuasai emosi, pelaku masuk ke dalam rumah mengambil sebilah golok, kemudian menghampiri korban yang masih menunggu di depan rumah. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung membacok korban beberapa kali hingga mengalami luka robek di bagian belakang kepala sebelah kiri, telapak tangan kiri, dan lengan kanan.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200eAkibat serangan tersebut, korban mengalami luka berat pada tangannya dan harus menjalani operasi. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200eKapolsek Jati Agung, IPDA Muhammad Yani, S.H., M.H.,\u00a0 menjelaskan, penyidik tidak hanya memburu pelaku, tetapi juga berhasil menemukan senjata yang digunakan dalam aksi tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah membuang golok ke belakang rumahnya. Tim kemudian melakukan pencarian dan berhasil mengamankan golok tersebut sebagai barang bukti dalam perkara ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200ePelaku akhirnya ditangkap setelah pengejaran selama tiga hari oleh tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Selatan, Polsek Jati Agung, Tekab 308 Polres Lampung Utara, dan jajaran Polres Ogan Komering Ilir. Tersangka diamankan pada Sabtu, 11 Juli 2026, di wilayah Kabupaten Kayu Agung, Sumatera Selatan, saat hendak melarikan diri.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200eSelain mengamankan sebilah golok, polisi juga menyita satu jaket biru dan satu celana jeans milik korban, serta satu kemeja hitam lengan pendek dan satu celana pendek hitam milik pelaku yang dikenakan saat kejadian.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Dari hasil penyidikan, motif penganiayaan ini murni karena rasa cemburu yang salah sasaran. Korban tidak memiliki hubungan dengan mantan pacar pelaku selain mengantarnya sebagai penumpang ojek,&#8221; tegas\u00a0 IPDA\u00a0\u00a0 Yani.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">\u200e<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">&lt;span;&gt;\u200eAtas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.(Red)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEDOM MATA LAMPUNG.COM &#8211; Lampung Selatan \u2013 Polres Lampung Selatan mengungkap fakta <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/2026\/07\/15\/tagih-utang-mantan-pacar-tukang-ojek-jadi-korban-cemburu-buta\/\" title=\"Tagih Utang Mantan Pacar, Tukang Ojek Jadi Korban Cemburu Buta\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":324,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/322\/revisions\/324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=322"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}