{"id":200,"date":"2026-07-10T05:59:53","date_gmt":"2026-07-10T05:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/kedommatalampung.com\/?p=200"},"modified":"2026-07-10T05:59:53","modified_gmt":"2026-07-10T05:59:53","slug":"ainul-fajri-jangan-biarkan-dprd-lampung-selatan-kehilangan-wibawa-karena-disiplin-lemah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/2026\/07\/10\/ainul-fajri-jangan-biarkan-dprd-lampung-selatan-kehilangan-wibawa-karena-disiplin-lemah\/","title":{"rendered":"Ainul Fajri : Jangan Biarkan DPRD Lampung Selatan Kehilangan Wibawa Karena Disiplin Lemah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Selatan \u2013<\/strong> Polemik keterlambatan dan jalannya Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026, mendapat sorotan tajam dari insan pers daerah.<\/p>\n<p>Sekretaris Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Lampung Selatan, Ainul Fajri, http:\/\/S.Sos., menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap sekadar masalah teknis, melainkan harus jadi bahan evaluasi menyeluruh bagi lembaga legislatif.<\/p>\n<p>\u201cDPRD adalah wajah dan simbol amanah rakyat. Setiap kegiatan resmi harus mencerminkan kedisiplinan dan tata kelola yang baik. Rakyat menaruh harapan besar agar lembaga ini memberi contoh,\u201d tegas Ainul, Kamis 10\/7\/2026.<\/p>\n<p>Ia khawatir ketidaktertiban dalam forum resmi berpotensi menggerus kepercayaan publik yang telah dibangun. \u201cJangan sampai kepercayaan itu hilang hanya karena hal yang sebenarnya bisa dicegah dengan manajemen lebih rapi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>*Ingatkan Peran Strategis Pers*<\/p>\n<p>Ainul juga menyoroti perlakuan terhadap awak media saat peliputan. Ia menegaskan pers memiliki kedudukan konstitusional sebagai mitra sekaligus pengawas sosial yang dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.<\/p>\n<p>\u201cPers bukan tamu yang meminta fasilitas. Kami menjalankan tugas agar rakyat tahu apa yang diputuskan wakilnya. Ketika ruang kerja dan akses diabaikan, yang dirugikan bukan wartawan, tapi hak masyarakat atas informasi yang benar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengaku tidak menuntut kemewahan, hanya perlakuan profesional dan ruang kerja layak. \u201cJika kami bekerja baik, informasi yang sampai ke masyarakat juga berkualitas,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>*Ajakan Jaga Sinergi dan Etika Kerja*<\/p>\n<p>Menurutnya, kritik ini murni bentuk kepedulian agar hubungan DPRD, Pemda, dan media tetap sehat dan konstruktif. Ia mengingatkan sinergi eksekutif-legislatif berdampak langsung pada pelayanan publik.<\/p>\n<p>\u201cJika komunikasi antarlembaga terganggu, rakyat yang pertama merasakan dampaknya. Mari kedepankan etika kerja, saling menghormati, dan taat aturan. Jangan biarkan ini terulang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ainul meminta pimpinan DPRD menjadikan peristiwa ini titik awal pembenahan, terutama soal disiplin dan manajemen agenda. \u201cSidang paripurna bukan seremonial. Ini forum konstitusional yang memikul mandat rakyat. Prosesnya harus tepat waktu, tertib, dan profesional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di akhir pernyataan, ia berpesan agar seluruh pemangku kepentingan menjaga hubungan harmonis demi rakyat. \u201cJangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Jika ruang aspirasi diabaikan, suara publik akan mencari jalannya sendiri. JWI akan tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen,\u201d pungkasnya. (**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan \u2013 Polemik keterlambatan dan jalannya Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/2026\/07\/10\/ainul-fajri-jangan-biarkan-dprd-lampung-selatan-kehilangan-wibawa-karena-disiplin-lemah\/\" title=\"Ainul Fajri : Jangan Biarkan DPRD Lampung Selatan Kehilangan Wibawa Karena Disiplin Lemah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200\/revisions\/202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedommatalampung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}